PURWAKARTA - Komitmen komando kewilayahan dalam mengawal dan menyukseskan program swasembada pangan nasional terus ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Koramil 1904/Campaka Kodim 0619/Purwakarta. Memasuki cuaca kemarau yang berdampak pada menyusutnya pasokan air irigasi, Babinsa Desa Ciparungsari, Serka Muhtar, kembali terjun langsung ke tengah persawahan untuk melaksanakan pendampingan program ketahanan pangan (Hanpangan) bersama para petani lokal.
Kegiatan pendampingan intensif tersebut dipusatkan di areal persawahan Kampung Ciparungsari, RT 02/01, Desa Ciparungsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, pada Senin (14/09/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi teritorial ini dilaksanakan bersama Ketua Kelompok Tani (Poktan), Bapak Karsim, serta didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ibu Ayu.
Fokus pendampingan lapangan kali ini adalah penanganan ancaman kekeringan yang mulai mengancam kelangsungan pertumbuhan tanaman padi varietas Inpari 32. Saat ini, tanaman padi warga telah memasuki usia tanam 30 hari—fase vegetatif yang sangat membutuhkan suplai air secara berkesinambungan untuk pembentukan anakan produktif. Bila pasokan air terputus pada fase kritis ini, pertumbuhan tanaman dipastikan kerdil dan berpotensi memicu gagal panen (puso).
Menyikapi hal tersebut, Serka Muhtar bersama petani setempat bergerak cepat melakukan langkah darurat dengan memasang mesin pompa air di pematang sawah. Babinsa turun tangan membantu menyambung selang pipa serta mengoperasikan mesin pompa guna menyedot debit air dari sumber cadangan dan mengalirkannya secara merata ke petak-petak persawahan yang mulai mengering.
Di wilayah Desa Ciparungsari, pengawalan ketahanan pangan yang dilakukan Babinsa mencakup pembinaan di tiga kelompok tani utama dengan total luas wilayah pertanian yang cukup luas, meliputi:
Poktan Jember Harapan 1 (Kampung Ciparungsari, RT 04/02), dipimpin oleh Bapak Karsim dengan luas lahan 17 hektare (10 hektare telah tertanami dan 7 hektare masih dalam tahap persiapan) yang beranggotakan 130 orang.
Poktan Jember Harapan 2 (Kampung Ciater, RT 09/03), diketuai oleh Bapak Dasma dengan luasan lahan 35 hektare (16 hektare sudah ditanami dan 19 hektare belum tertanam) dengan anggota sebanyak 52 orang.
Poktan Jember Harapan 3 (Kampung Bayur, RT 10/03), di bawah kepemimpinan Bapak Mulyana dengan total lahan garapan 45 hektare (18 hektare sudah ditanami dan 27 hektare menyusul) yang beranggotakan 43 petani.
Hingga saat ini, luas lahan yang telah berhasil diolah mencapai 23 hektare dari target capaian seluas 28 hektare, dari total potensi lahan padi keseluruhan yang mencapai 35 hektare. Pemanfaatan teknologi pompanisasi ini dinilai sebagai solusi paling efektif di lapangan agar sisa target pengolahan dan penanaman lahan dapat terus berlanjut di tengah ketidakpastian cuaca.
Di sela-sela kegiatannya di pematang sawah, Serka Muhtar menegaskan bahwa pendampingan pertanian merupakan instruksi langsung pimpinan TNI AD untuk mendampingi petani dari hulu ke hilir demi menjaga ketersediaan pasokan beras nasional.
“Tanaman padi Inpari 32 usia satu bulan ini tidak boleh kekurangan air. Jika tanah sawah mengering dan retak, perkembangan tanaman akan langsung drop. Oleh karena itu, kami bersama PPL dan kelompok tani segera menyiagakan mesin pompa air agar pasokan ke sawah tetap terpenuhi secara maksimal. TNI akan selalu hadir mendampingi para petani agar kendala air seperti ini bisa lekas teratasi dan hasil panen nantinya tetap memuaskan, ” tegas Serka Muhtar.
Para petani dan pihak penyuluh pertanian setempat mengapresiasi kesigapan serta peran aktif Babinsa Koramil 1904/Campaka yang selalu sigap di lapangan. Sinergi ini terbukti efektif dalam meringankan kendala para petani desa. Seluruh rangkaian kegiatan pendampingan hanpangan berjalan dengan lancar, tertib, serta dalam situasi yang aman dan kondusif.

Casyana Muda