PURWAKARTA - Dalam upaya membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan, siswa-siswi SMPN 1 Campaka mengikuti kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara yang disampaikan Babinsa Campaka, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan upacara SMPN 1 Campaka dan diikuti para siswa dengan penuh perhatian. Materi yang diberikan mencakup pentingnya kedisiplinan, wawasan kebangsaan, bela negara, etika dan perilaku, serta motivasi bagi para siswa untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
Dalam pembinaannya, Babinsa Campaka, Pelda Andi Martha, menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah-tengah pelajar bukan hanya dalam rangka menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai sahabat siswa yang turut memberikan pembinaan dan motivasi kepada generasi muda.
“Babinsa adalah sahabat siswa. Kami hadir untuk menjaga keamanan sekaligus membina generasi muda agar menjadi kebanggaan orang tua, sekolah, masyarakat, dan tentunya bangsa dan negara, ” ujar Pelda Andi Martha.
Ia juga menekankan bahwa disiplin merupakan salah satu kunci kesuksesan. Menurutnya, disiplin tidak boleh dianggap sebagai beban, melainkan kebiasaan positif yang akan membentuk karakter dan menentukan keberhasilan seseorang di masa depan.
“Datang tepat waktu merupakan bentuk penghormatan kepada diri sendiri dan guru. Begitu juga dengan menaati tata tertib sekolah, berpakaian rapi, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap tugas. Orang hebat tidak lahir dari kemudahan, tetapi dari disiplin yang konsisten setiap hari, ” tegasnya.
Dalam materi wawasan kebangsaan dan bela negara, para siswa juga diberikan pemahaman bahwa bela negara bagi pelajar tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata. Salah satu bentuk bela negara yang dapat dilakukan siswa adalah belajar dengan tekun, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menjauhi berbagai perilaku negatif.
“Bela negara bagi seorang pelajar dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, menghargai perbedaan suku, agama dan latar belakang, tidak melakukan bullying, menjaga nama baik sekolah, serta menjauhi tawuran dan penyalahgunaan narkoba. Kalian adalah agen perubahan yang harus membawa pengaruh positif, ” kata Pelda Andi Martha.
Selain itu, para siswa diingatkan mengenai pentingnya etika dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Guru harus dihormati sebagai orang tua di lingkungan sekolah, sementara dalam pergaulan dengan teman, solidaritas harus diarahkan kepada hal-hal yang positif.
Pelda Andi Martha juga mengingatkan para siswa agar selalu menggunakan bahasa yang sopan dan santun, baik ketika berkomunikasi secara langsung maupun saat menggunakan media sosial.
“Jaga ucapan dan perilaku. Gunakan media sosial secara bijak dan jangan mudah mengikuti ajakan teman yang mengarah kepada hal negatif. Jadilah pribadi yang mampu mengatakan tidak terhadap sesuatu yang merugikan masa depan, ” pesannya.
Sementara itu, Bidang Kesiswaan SMPN 1 Campaka, Yenni Herawati, S.Pd., mengapresiasi kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, materi wawasan kebangsaan dan bela negara sangat penting diberikan kepada siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter di lingkungan sekolah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif bagi siswa karena memberikan pemahaman bahwa kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan rasa cinta tanah air harus dibangun sejak usia sekolah. Kami berharap pembinaan dari Babinsa dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, ” ungkap Yenni Herawati.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Campaka, H. Sugeng Widodo, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembinaan dan keteladanan.
“Sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap bangsa. Sinergi sekolah dengan Babinsa menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan tersebut, ” tutur H. Sugeng Widodo.
Pada bagian akhir pembinaan, para siswa diajak melakukan refleksi dengan membayangkan cita-cita dan kehidupan mereka 10 hingga 20 tahun mendatang. Para siswa didorong untuk tidak menyia-nyiakan masa muda dan mulai membangun kebiasaan positif sejak sekarang.
“Kalian adalah aset bangsa yang paling berharga. Jangan biarkan masa muda kalian terbuang percuma. Jadilah siswa yang disegani karena prestasinya, bukan karena kenakalannya, ” pungkas Pelda Andi Martha.
Kegiatan kemudian ditutup dengan yel-yel penuh semangat yang diikuti para siswa sebagai bentuk motivasi untuk menjadi pelajar yang disiplin, cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan. (PERS)


Updates.